Berusaha menjadi lebih baik.

Dongeng Tentang Hubungan LDR Fachrul dan Tantri (Request)

Rafsablog.id – Halo pembaca setia, beberapa hari yang lalu ada beberapa komentar dari pembaca tentang request dongeng. Di artikel kali ini kami akan merilis dongeng baru tentang kisah LDR Fachrul dan Tantri.

Dongeng ini bercerita tentang pasangan kekasih Fachrul dan Tantri yang dengan terpaksa menjalin hubungan jarak jauh LDR (Long Distance Relationship) karena keluarganya harus pindah ke Semarang.

Bagaimana ceritanya, jika kalian sudah penasaran, maka langsung saja simak kisahnya di bawah ini.


Dongeng Tentang LDR Fachrul dan Tantri

“ Kamu yakin gak mau lanjutin kuliah di sini aja, Tri …?”

Sendu suara Fachrul menyapa telinga Tantri saat mereka bertemu sore itu usai acara perpisahan sekolah. Hari itu mereka resmi menyandang gelar alumni SMU diiringi acar perpisahan yang cukup meriah.

Fachrul masih dengan kemeja biru muda dibalut blazer santai berwarna navy yang membuat penampilannya berbeda dari kesehariannya.

Tantri sibuk mengaduk Avocado Blizz nya yang tinggal separuh dengan enggan.

“Aku gak mungkin kuliah disini, Rul..semua keluargaku pindah ke Semarang”.

“Kamu kan bisa ngekost disini, Tri.. kost an banyak kok, atau kamu bisa pakai apartemen ku kalau mau lebih aman..”.

Tantri menggeleng lemah sambil tersenyum tipis. Ya, dia juga tidak menginginkan pindah ke Semarang, tapi apa daya semua keluarganya harus pindah ke kota itu. Toh di Jakarta kedua orangtua Tantri yang berasal dari Jawa Tengah tidak memiliki kerabat. Mereka tinggal di Jakarta semata karena mengikuti sang Papa yang berdinas.

“Aku gak mau dan gak suka LDR, Tri ..”. Keluh Fachrul.

“Siapa sih yang suka hubungan LDR, Rul?.. masalahnya aku gak punya pilihan..”

Mereka berdua akhirnya terdiam, hingga Fachrul memutuskan untuk mengantar Tantri pulang saja.

Lima bulan berlalu.

Tantri dan Fachrul terpaksa menjalani sebuah hubungan jarak jauh yang sangat dibenci oleh keduanya. Tidak ada pilihan, karena opsi nya hanyalah putus atau LDR?.  Putus tentu jadi opsi yang tidak mungkin dipilih.

Tantri bangun dengan mata yang masih terasa lengket akibat semalaman videocall dengan Fachrul. Untunglah sekarang hari Sabtu.

Entahlah, walau hampir setiap malam mereka videocall tapi rasanya tidak pernah cukup. Tantri rela harus bangun dengan wajah sembab kurang tidur demi menelpon Fachrul berjam-jam lamanya.

Dan di kota yang jauh disana, seorang pria muda tengah bergegas memasukkan beberapa barang ke dalam ranselnya. Tak lupa sebuah tiket pesawat turut dimasukkannya.

“Rul, sarapan dulu yuk! Bunda tunggu di bawah ya…”. Sebuah ketukan di pintu disertai suara Bunda nya menghentikan kegiatannya sejenak.

“Iya Bun, Fachrul turun sebentar lagi ..”. Setelah memastikan isi ranselnya lengkap, Fachrul bergegas turun untuk sarapan beserta keluarganya.

“Duh yang mau ketemu pacar, semangat betul….”, baru saja Fachrul akan duduk, sang Ayah sudah memberi ledekan yang membuatnya sedikit tersipu.

“Ayah ah gak usah digodain lah..kayak gak pernah muda aja, dulu juga Ayah nekat nyamperin Bunda bahkan sampai ke Paris gara-gara gak kuat LDR an kan??”, sang Bunda terkekeh sambil mencubit tangan Ayah.

“Serius Bun? Ayah nyusulin Bunda sampe ke Paris?”, Fachrul langsung balik menggoda sang Ayah.

“Sudah sudah, kok jadi Ayah yang dibahas sih?”, akhirnya Ayah menyerah akibat serangan dari dua lawan sekaligus.

“Hati-hati disana ya Rul….”, Bunda wanti-wanti berpesan sambil menyendokkan nasi goreng ke piring Fachrul.

“Tenang Bun, Fachrul kan cuma pergi ke Semarang bukan ke Paris hehehe…”, jawaban Fachrul sontak membuat sang Ayah kembali melotot.

Jauh di kota Semarang

Sejak siang Tantri merasa gelisah, HP Fachrul tidak bisa dihubungi. Tidak biasanya seperti itu. Pikiran Tantri mulai travelling kemana-mana. Hari Sabtu begini Fachrul tidak bisa dihubungi jangan-jangan dia sedang sibuk dengan gebetan baru.

Aaaarrrgh!

Tantri menjambak rambutnya sendiri yang sudah kusut diacak-acak sejak siang. LDR memang menyebalkan!. Sudah puluhan kali dipandangnya layar HP dengan pesannya yang masih bertanda centang satu di aplikasi chat Fachrul.

“Tri, ada tamu nak…”. Suara ibunya terdengar halus di balik pintu.

Dengan malas Tantri membuka pintu. Siapa juga yang bertamu di Sabtu sore seperti ini.

“Siapa sih Bu, sore-sore gini bertamu…”, Tantri menjawab dengan wajah malas dan bibir mengerucut.

“Ayo keluar dulu…”.

Setengah menyeret kakinya, Tantri berjalan menuju ruang tamu.

Dan seketika bola matanya membulat dengan rona pipi memerah ketika mengetahui siapa yang menunggunya di ruang tamu.

“Fachrul???”

“Hai Sweety …. Aku kangen…”.


Bagaimana menurut kalian cerita di atas? Apakah membuat haru? sedih? nahan kangen? atau yang lain?

Mungkin itu dulu dongeng kali ini, jika Anda mempunyai saran, masukkan, pertanyaan, atau mau request dongeng silahkan tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

Mungkin kalian juga berminat dengan dongeng di bawah ini.

Tinggalkan komentar