Di Internet, kau bisa menulis apa saja yang kau mau.

Dongeng Sebelum Tidur Tentang LDR

Halo Pembaca setia Rafsablog, di artikel sebelumnya saya sudah berbagi Dongeng Bucin Darman dan Wawa dan di postingan kali ini saya akan berbagi dongeng sebelum tidur LDR yang menyentuh hati para pembacanya. Jika Anda tertarik, maka silahkan baca sampai selesai ya.

LDR (Long Distance Relationship) sesuai namanya, LDR adalah sebuah hubungan jarak jauh yang dilakukan sepasang kekasih. Hubungan LDR terjalin karena beberapa faktor. Ada yang terpaksa hubungan jarak jauh karena salah satu pasangan kerja di luar kota, ada yang kenalan dari media sosial dan ternyata beda daerah, dan masih banyak lagi.

Hubungan jarak jauh terkadang mempunyai kendala seperti hilangnya komunikasi, hilangnya kepercayaan, dan lain-lain. Namun, tidak jarang ada juga yang hubungan LDR-nya langgeng sampai ke jenjang yang lebih serius. Ya benar, pernikahan.

Jika Anda salah satu yang saat ini tengah menjalin hubungan LDR, maka Anda berada di artikel yang tepat karena saya akan membagikan sebuah dongeng yang bisa Anda berikan sebelum tidur kepada gebetan atau pacar tersayang Anda.

Dongeng ini menceritakan sebuah cerita seseorang yang mulai kenal di media sosial. Apakah Anda Penasaran? Jika ya, maka langsung saja baca ceritanya di bawah ini.

Rekomendasi

Dongeng Sebelum Tidur Tentang LDR yang Menyentuh Hati dan Lucu

Simpan Dongeng

Jika Anda ingin menyimpan file dongeng ini di perangkat secara offline, Anda bisa download dengan cara menekan tombol di bawah ini.

Sebelum download, Anda juga bisa membaca cerita lengkapnya seperti berikut:


September 2016

Rasanya malas banget mau bangun tidur. Jam sudah menunjukan pukul 07.00 tapi belum ada keinginan untuk bangun, mandi dan berangkat ke kantor. Diluar kamar terdengar suara bising vacuum cleaner, Si Bibi sedang beraksi sebelum pulang kampung sore nanti.

“Morning… Bangoooon!! Ngantor…!”

Sebuah pesan masuk di WA. Isi pesannya membuat mataku langsung melek. Dengan lincah jemari ini langsung mengetik balasan.

“tau …. telpon sebentar nanti sebelum OTW kantor ya!”

Itulah rutinitas yang setiap hari aku lakukan sebelum ke kantor selama tiga bulan ini. Semua berawal di suatu malam ketika seseorang muncul di akun Smule ku dan bergabung nyanyi bareng dengan suaranya yang menurutku super sexy.

Sejak itu aku selalu berusaha membuat Open Collab (OC) sebagus mungkin dengan lagu-lagu yang dia pasti suka, dan benar saja dia selalu memberikan tanda like dan komentar yang pertama.

Berikutnya kami lantas berbalas komentar, lalu beralih ke private chat. Saat itu aku masih belum tahu identitas nya, tapi setiap hari aku selalu menunggu suara nya di akun Smule ku. Beberapa minggu berlalu, dia mulai menanyakan nomor ponsel ku.

Tapi aku masih belum tahu identitas aslinya siapa.

Siang  itu seusai rapat dadakan di kantor, sebuah pesan di WA membuat jantungku terasa berhenti.

“Hai, udah makan belum ? minta alamat kantor dong ….”

Dia menghilang selama dua hari, dan tiba-tiba mengirim pesan menanyakan alamat kantor. Aku ragu-ragu…

Mendadak ponsel ku berbunyi. Panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Dengan ragu aku angkat.

“hai, aku minta alamat kantor ga dijawab … kenapa? Takut?”

Aku jadi tergagap.

“Aah iya, bikin kaget sih….”

“Yowis, kirim alamat kantor ya, aku bentar lagi mau keluar makan siang… tak’kirimin makan siang pake GoFood dari sini ya…”

“lho emang kamu tinggal dimana…halo?”

Teleponnya langsung dimatikan. Dan aku masih belum tahu dia tinggal dimana.

Sejak itu, dia rajin mengirimkan sarapan, makan siang bahkan makan malam. Dan kami pun mengobrol hingga berjam-jam lamanya hingga kantuk datang.

Aku belum tahu namanya. Apalagi wajahnya. Damn!

Hingga suatu pagi, saat itu aku buru-buru ke kantor dan menyalakan mobil sambil sebelah tangan memegang roti, karena terburu-buru baru beberapa meter keluar dari gerbang aku menabrak sesuatu. Saat itu aku luar biasa panic dan gak berani keluar dari mobil. Secara spontan aku langsung menekan no WA dan menelponnya.

“Kamu kenapa…?”

“Nabrak …….. aku ga berani keluar …”

“Jangan panic, biar aku ngomong sama orang yang kamu tabrak ….”

Akhirnya aku pun keluar walau masih dengan takut-takut. Pemilik mobil yang aku tabrak rupanya sudah siap dengan aneka makian.

“Mmaaf Pak, tolong bicara dengan teman saya …..”

Entah apa yang mereka bicarakan di telepon, aku sudah gak focus antara memikirkan kerusakan mobil dan rapat yang sudah menunggu di kantor.

Tak lama si pemilik mobil menyerahkan HP padaku dan diapun masuk ke dalam mobil. Selang beberapa menit, dia pergi berlalu tanpa basa-basi. Aku yang masih gemetar berdiri sambil melongo memandangi kepergiannya.

“Kamu bilang apa sama bapak itu,… kok dia langsung pergi…”

“Gak apa-apa, aku nyuruh dia ke bengkel terdekat buat ngecek kerusakan mobilnya dan kalo udah tau berapa biayanya nanti aku transfer, beres kan? Aku udah ngasih nomorku ke dia jadi dia ga akan gangguin kamu …”

“HA?..”

“oya, teleponnya ga usah kamu matiin ya… jaga-jaga nanti ada apa-apa lagi..sampe kantor kamu cek mobil kamu juga …”

“Aa..iiya…”

Dan sejak itu, selama hampir 24 jam komunikasi pun tak pernah terputus. Dia selalu menelpon di setiap kesempatan, bahkan ketika rapat sekalipun sehingga kadang aku sedikit banyak jadi paham pekerjaannya.

Terkadang kami hanya saling diam, sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Saling mendengarkan keseharian masing-masing, seolah dia berada di sampingku.

dongeng sebelum tidur LDR

Bulan kedua.

Agustus 2016

“Surabaya ????? “

“Yap .. aku di Surabaya.. why ? kayak yang jauh banget gitu, Cuma 2 jam kok naik pesawat ke tempat kamu …”

“I..iya sih .. tapi aku pikir ya kamu palingan tinggal di sekitar Jakarta …”

“Hahaha, emang kalo aku tinggal di Surabaya kenapa ? males LDR ya ?”

“ Jauh … ketemunya susah ….”

“Ya gak usah ketemu … telepon udah cukup kok ….”

Ya. hanya telepon. Tapi dia tetap gak mau menampakan wajah. Sungguh sebuah hubungan yang aneh.

“Makan gih… si Bibi masak apa? Jangan minum soda terus lah… minum air putih sesekali …”

“Males, Bibi masakannya asin … “

Dia terdiam beberapa saat.

“ ya sudah, pesen makan gih… saldo GoPay kamu udah aku isiin, cukup lah buat pesen makan. Kalo aku yang pesenin dari sini ga banyak pilihan …”

“Hey, aku bisa kok ngisi Gopay sendiri…”

“Udah ga usah protes… pesen makan sana buruan, aku juga bentar lagi mau makan, jadi ntar bisa makan sama-sama yo…”

Berdebat sama orang ini aku gak pernah menang. Akhirnya aku lirik saldo GoPay ku. Whaaaatttt????? Aku melihat 6 buah angka nol di saldoku.  Dan dia bilang cukup lah sekedar pesan makan ?? memangnya dia pikir aku mau pesen semua menu yang ada di restoran itu ???.

Terkadang mahluk diseberang sana itu berkelakuan ajaib yang bikin aku suka merenung sendiri. Siapa dia ?.

Bulan ketiga. Sabtu malam. September 2016

“ Bi ….. Bibi …”

Aku merasakan sakit luar biasa diperutku. Berkali-kali memanggil Bibi tapi dia ga kunjung datang. Aku lupa, Bibi sedang pulang kampung.

Spontan aku menekan angka 1 di HP, nomor HP nya.

“Kamu kenapa ?? sakit apa ??”

“aku … gak tau kenapa …”

Sepertinya aku mulai nyerocos ga jelas antara sadar dan tidak. Semua menjadi gelap dan hitam pada akhirnya.

Aku tersadar setelah beberapa saat dan melihat langit-langit ruangan berwarna putih. Ini dimana ….

Seseorang duduk disampingku, tapi aku sama sekali gak mengenal dia siapa.

“Sudah sadar ?”

“kamu siapa …”

“Maaf, tunggu sebentar ….”

Alih-alih menjawab pertanyaanku, orang itu malah berdiri menjauh sambil menelpon seseorang.

Seorang dokter datang menghampiriku dan menjelaskan kondisiku.

“Untung seseorang memanggilkan Ambulance tepat waktu … kalau tidak, usus buntu Mbak akan terlambat untuk ditangani …”

“Usus buntu..? “

Haisshhh, dan siapa yang memanggilkan Ambulance serta menandatangani surat persetujuan operasi ku?.

Aku adalah yatim piatu sejak kecil. Aku juga tidak  punya keluarga dekat selain Bibi yang katanya sudah bekerja dengan keluargaku sejak aku lahir. Aku melihat Bibi tergopoh-gopoh datang.

Lalu kemana orang yang tadi duduk disampingku ?.

Aku menanyakan HP ku pada Bibi. Cukup heran karena tidak ada satupun pesan atau panggilan masuk darinya, padahal dia kan tahu aku sakit saat aku terakhir menelponnya.

Sejak saat itu dia menghilang.

Ya, menghilang. Ratusan pesan aku kirimkan tanpa balasan. Ratusan telpon tak kunjung diangkatnya walau aku melihat status Online di WA nya. Aku menangis. Kehilangan. Kebingungan.

Aku marah.

Dua bulan kemudian.

Desember 2016

Aku tak pernah lagi menerima pesan-pesan kejutan. Tak ada lagi suara seksi yang menemani telingaku siang dan malam. Hampa. Dia hilang begitu saja, aku pun tak tahu harus mencari kemana. Surabaya terlalu luas untuk dijelajahi jika kita tak tahu siapa yang kita cari. Aku bahkan tak tahu namanya dan seperti apa wajahnya. Hubungan singkat yang aneh.

Pagi itu, direktur mengatakan bahwa Manager yang baru akan datang dan kami harus siap-siap menyambutnya. Aku sebenarnya sedang sibuk dengan pikiranku tentang dia. Rindu dengan semua perhatian kecilnya. Rindu dengan suara seksinya.

“Bu Hayu, Manager yang baru sudah datang … Ibu ditunggu di ruangan meeting”

Asistenku menyadarkan lamunan dan dengan enggan aku beranjak ke ruang meeting. Semakin mendekati ruangan, aku tertegun. Aku mendengar sayup-sayup suara yang aku kenal. Langkahku pun kian cepat. Suara itu. Aku rindu …..

Pintu ruangan meeting terbuka, dan sang Manager baru itu tengah memperkenalkan diri. Lantas dia berpaling kearahku, melempar senyum hangat seraya berkata,

“hai, good morning Hayu …. Apa kabar …”

Ya. aku hampir pingsan. Suara itu miliknya.

Dia kembali. LDR ini telah usai.

Oya, siapa yang waktu itu memanggil Ambulance ? Yapp, Dia.

Siapa orang yang duduk disampingku waktu aku sadar? Yapp, sepupunya. Kebetulan dia tinggal di Jakarta dan dipaksa jadi mata-mata untuk memantau kesembuhanku.

Benar-benar mahluk seksi yang luar biasa.

Saranghae …..


Itulah tadi tentang dongeng kali ini yang bisa diberikan kepada pacar atau orang tersayang sebelum tidur tentang kisah hubungan LDR yang menyentuh hati dan sedikit lucu.

Mungkin itu dulu postingan kali ini tentang dongeng sebelum tidur untuk hubungan LDR, jika Anda mempunyai saran, masukkan, pertanyaan, atau ingin request cerita/dongeng lainnya, maka silahkan tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar