Di Internet, kau bisa menulis apa saja yang kau mau.

Dongeng Romantis Islami Kisah Taaruf

Halo pembaca setia Rafsablog, jika di artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang dongeng sebelum tidur LDR, maka di postingan kali ini saya berbagi dongeng islami sebelum tidur untuk Anda yang bisa Anda bagikan ke media sosial atau ke orang tersayang.

Ada banyak bacaan dongeng sebelum tidur, salah satunya yang bertemakan islami. Kita bisa belajar dari sebuah dongeng. Kebetulan cerita yang akan dibagikan ini memuat kisah cinta islami antara Afkar dan Annisa yang telah berhasil menjalankan ta’aruf selama sebulan.

Taaruf adalah kegiatan dimana pasangan yang belum sah menjalin hubungan untuk mengenal lebih jauh. Salah satu kegiatan taaruf yang bisa dilakukan ialah dengan berkunjung ke rumah seseorang dimana dalam hal ini ialah calon agar keluarga saling mengenal satu sama lain.

Rekomendasi

Dongeng Romantis Islami Sebelum Tidur Untuk Orang Tersayang

Jika Anda sudah tidak sabar lagi untuk membaca cerita dongeng romantis yang bertemakan islami ini untuk seseorang sebelum tidur, Anda bisa membaca ceritanya di bawah ini.


Sebagai seorang remaja yang dibesarkan di sebuah pesantren, Annisa tidak pernah membayangkan sebuah hubungan dengan lawan jenis yang diyakininya tidak pantas ia inginkan, diluar wujud pernikahan.

Tetapi, dirinya yang seorang yatim piatu, tidak pernah membayangkan bahwa seorang pria akan meminangnya begitu cepat.

“Annisa, minggu depan nak Afkar dan keluarganya akan melamarmu. Bude rasa, ini adalah pilihan terbaik. Afkar sudah mapan dan keluarganya juga terpandang.”

“Nggih Bude….”

Annisa tidak mampu menolak apapun yang diperintahkan oleh Bude. Dia sudah menganggap Bude dan Pakde nya seperti orangtua kandung. Ia sudah dirawat oleh mereka sejak kecil, dan mereka  pun menyayanginya seperti anak kandung mereka sendiri.

Hanya membutuhkan waktu 1 bulan bagi Annisa untuk akhirnya resmi menikah dengan Afkar. Pernikahan mereka digelar dengan megah di Jakarta karena Afkar adalah seorang pengusaha yang cukup dikenal, begitu juga dengan ayahnya.

Sebagai gadis belia yang terbiasa dengan lingkungan tertutup di pesantren, Annisa merasa canggung dengan hingar bingar pesta, namun ia berusaha menghargai para tamu yang menyalaminya. Di kepalanya lantar berputar-putar sebuah film, apakah ia sedang bermimpi.

Usai resepsi,  Annisa dan Afkar pulang ke sebuah apartemen mewah kediaman Afkar. Annisa merasa kian canggung.

“Ini adalah malam pertama ku…apa yang harus aku lakukan…”

Di dalam kamar, Annisa merasa kian ketakutan. Dia baru mengenal Afkar selama satu bulan, itupun hanya sempat beberapa kali bertemu saja. Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan di pintu, dan Afkar berdiri di depan pintu, nampaknya enggan untuk masuk.

Dongeng Islami Sebelum Tidur Romantis Untuk Orang Tersayang

“Aku akan tidur di kamar sebelah, kamu boleh tidur di kamar ini selama yang kamu suka… aku tahu, kamu masih canggung dan belum terbiasa. Aku akan memberi kamu waktu, selama yang kamu butuhkan..”

Dia berkata sambil tersenyum. Annisa merasa sangat lega.

“Oya, kamu belum shalat Isya kan ? kita shalat berjamaah dulu yuk.. mulai malam ini aku adalah imam kamu, ketika aku ada dirumah sebaiknya kita shalat berjamaah saja. Mushala ada disamping ruang kerjaku, aku tunggu disana..”

“eeh..iya…”

Duh hampir saja Annisa melewatkan shalat Isya dan tidur saking capenya.

Annisa terbangun karena seseorang menggoyang bahunya.

“Nis, Nisa..bangun, sudah Subuh.. Shalat dulu yuk…”

Ternyata Afkar yang membangunkannya. Annisa langsung duduk malu, seharusnya dia sebagai istri yang membangunkan Afkar. Dan dia lebih malu lagi, ketika menyadari kerudungnya entah ada dimana. Afkar sudah melihatnya tanpa kerudung.

“Kenapa?, aku kan sudah sah jadi suami kamu…  jadi kamu boleh memperlihatkan auratmu..”

Waduh, tambah merah rasanya muka Annisa.

30 hari berlalu. Bulan pertama pernikahan mereka.

Pagi itu, Afkar memberikan sebuah undangan .

“Nanti malam, kantorku akan mengadakan acara syukuran. Papa sama Mama juga akan hadir disana, kamu aku jemput abis maghrib ya…”

Duh, Anissa langsung kebingungan. Apa yang harus dipakainya ke acara seperti itu. Selama ini dunianya hanya berkutat seputar kegiatan rumahtangga. Seketika dia merasa bodoh, dia sering melihat di TV bagaimana seorang gadis culun diperolok teman-temannya dalam sebuah pesta.

“A..aku boleh ga datang ga?”

Afkar nampak berpikir sejenak. Dari raut wajahnya sih tidak menunjukkan tanda-tanda marah. Kemudian ia duduk di sebelah Annisa.

“Sayang, bolehkan mulai sekarang aku panggil sayang?.. gini, kamu sekarang adalah istriku, istrinya Afkar Julian Santoso, masak kantorku bikin acara kamu gak mau datang…”

Suara Afkar itu pelan, tapi di telinga Annisa terdengar seperti ledakan besar.

Sayang?? dia manggil sayang??… Ahh tambah merah muka Annisa.

“ i..iya, aku usahakan….”

“Nah gitu dong…. Abis maghrib jangan lupa ya …acaranya ba’da isya sih, tapi kita harus datang lebih awal… oya tolong pilihin baju buat aku sekalian ya, aku mau tau selera istriku tersayang …hehehe….”

Setelah Afkar berangkat ke kantor, Annisa langsung menyalakan laptopnya dan sibuk mencari-cari referensi dandanan. Namun saat ia membuka lemari baju, rasnaya dia mau kabur saja ke kutub. Tak satupun baju yang dia miliki cocok untuk digunakan ke acara pesta. Semua hanya gamis-gamis sederhana yang biasanya ia kenakan setiap ada kajian.

Ba’da Ashar, bel berbunyi.

Pembantunya mengatakan ada tamu yang menunggunya diluar.

“Siapa, bi?”

“Dari kantornya Bapak, Bu..”

Annisa menghampiri tamunya.

“Assalamualaikum bu, maaf Bapak menyuruh saya untuk mengantar ibu hari ini..”

“mengantar saya..? kemana?”

Wanita itu hanya tersenyum.

Ternyata wanita itu mengajak Annisa berbelanja pakaian, tas dan sepatu. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di sebuah butik muslimah dan berakhir di sebuah salon khusus wanita yang sering Annisa lihat di TV.

Ba’da Maghrib, Afkar pulang dan terburu-buru masuk ke kamarnya.

Di atas tempat tidur, ia melihat setelan jas yang sudah disiapkan oleh Annisa untuknya. Afkar tersenyum, pilihan Annisa ternyata gak jelek-jelek amat. Setelah berganti pakaian, Afkar langsung mencari Annisa ke kamarnya. Ternyata Annisa sudah menunggunya di ruang tamu.

Afkar hampir tak percaya dengan penglihatannya sendiri. Sosok wanita didepannya sedikit berbeda dari yang biasa dilihatnya. Nampak lebih cantik dan anggun, walaupun dengan make up yang tipis dan seadanya.

“Hai sayang, istriku… ini istriku?”

Afkar sedikit bercanda, tapi muka Annisa langsung memerah.

“Maaf, tadi aku menolak didandani di salon… sayang kalau make up mahal-mahal, ujungnya harus aku hapus saat wudhu untuk shalat Maghrib…”

“hehe gak apa-apa, maaf ya aku nyuruh asisten aku buat ngajakin kamu belanja… soalnya kalo aku yang nemenin, bingung juga mau beli apa “.

Sepanjang perjalanan Afkar terus mencuri pandang ke arah Annisa.  Bikin salah tingkah sih, Annisa gak yakin apa benar ia secantik itu.

Begitu keluar dari lift, Afkar berbisik, “Maaf, aku mau gandeng tangan kamu… biar gak disangka lagi marahan sama tamu-tamu..”.

Annisa, belum pernah merasakan sentuhan tangan laki-laki lain selain almarhum ayahnya dan juga Pakde nya. Ketika Afkar meraih tangannya, ia merasa seperti tersengat listrik, tapi menyenangkan.

Dalam hati ia berterima kasih, Afkar adalah suaminya yang sangat berhak atas dirinya. Tetapi ia selalu meminta ijin untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa mereka lakukan untuk menjaga perasaan Annisa.

Sepanjang acara, Afkar terus menggenggam tangan Annisa. Lama-lama, tangan Afkar terasa sangat hangat digenggaman Annisa. Dan rasa hangat itu mulai menjalar juga ke hatinya. Annisa menyukai kehangatan itu dan berharap acara jangan dulu berakhir supaya ia dapat terus menikmati genggaman Afkar di tangannya.

Dongeng Islami Sebelum Tidur Romantis Untuk Orang Tersayang

Seperti membaca pikiran Annisa, Afkar mengajak Annisa keluar dari ruangan, mencari udara segar di balkon.

“Terima kasih ya…  malam ini adalah kali pertama aku hadir di sebuah acara didampingi seorang istri …”

“Ini kan sudah jadi tugas aku …. Dan sepertinya aku juga harus berterima kasih sama kamu…”

“Terima kasih, buat apa?..”

Annisa tersenyum, ya Afkar gak tahu sih, banyak banget hal baru yang sudah diajarkan oleh Afkar kepadanya.

“Sayang, kamu tahu ga..alasan aku menikahi kamu…padahal kita gak saling mengenal ..”

Nah, Annisa baru ingat, dia juga penasaran banget kenapa laki-laki seperti Afkar memilih wanita seperti dirinya.

“Tahun lalu, aku pernah datang ke pesantren kamu … aku selama ini menjadi donatur tetap disana. Waktu itu, gak sengaja aku melihat kamu sedang mengajar ngaji. Aku gak berani ngajak kenalan. Menurutku, kamu sangat tinggi untuk di raih…”

Hah, Annisa mau ketawa rasanya. Apa gak kebalik?

“Sejak itu aku berusaha memperbaiki ibadahku, memperbaiki Shalatku, aku ingin berada satu tangga sama kamu. Kalau aku mau melamar kamu, aku harus membekali diri dengan ilmu yang setingkat sama kamu, gitu sih pikirku…”

“Tapi, kamu kan laki-laki yang mapan, masih sangat muda… memilih wanita manapun yang kamu suka gak akan sulit …”, Annisa memotong kalimat Afkar.

Afkar tersenyum dan memandang wajah Annisa lekat. Bikin Annisa salah tingkah aja.

Dongeng Islami Sebelum Tidur Romantis Untuk Orang Tersayang

“Ya gitulah… pilih sembarang wanita memang gampang. Tapi ibarat memilih perhiasan, aku menginginkan yang paling bagus kualitasnya. Sesuatu yang tidak akan nampak dari luar. Kamu, adalah pilihan tepat untuk menjadi pendamping ku dunia dan InsyaAllah di akhirat nanti ….”

Nah, Annisa hampir meleleh nih.

“Aku menjadi lebih baik hanya karena ingin melamar kamu. Maka, ketika aku sudah menjadi suami kamu, insya Allah kamu akan membuatku semakin baik lagi. Aku gak mau pacaran, justru aku menginginkan apa yang sednag kita jalani sekarang …”

“Emang kita ngapain gitu ?”

“Pacaran setelah menikah. Halal …”

Annisa memukul tangan Afkar, “ Isssh siapa bilang kita lagi pacaran …”

Afkar menunjukan tangan Annisa dalam genggamannya.

“ Trus ini apa, kalau gak lagi pacaran ngapain pegangan tangan ?”

Afkar menunjukan tangan mereka sambil sedikit menggoda Annisa. Spontan Annisa mencubit pinggang Afkar sampai Afkar kesakitan. Pura –pura kesakitan sepertinya.

Setelah acara selesai, mereka berdua pulang ke apartemen. Di dalam kamar, Annisa tidak bisa tidur.Satu bulan sudah berlalu sejak mereka menikah, tetapi mereka masih tidur di kamar yang berbeda dan Afkar nampaknya tidak berani menanyakan kapan Annisa siap untuk berbagi kamar dengannya.

Untuk meredakan perasaannya, Annisa lalu berwudhu dan bergegas menuju mushala di sebelah ruang kerja Afkar. Ternyata Afkar sudah ada disana, nampaknya dia baru selesai Shalat Isya. Dari belakang, Annisa memandangi punggung suaminya. Punggung laki-laki baik yang telah mau menikahinya semata karena Allah.

Seketika hati Annisa menjadi kuat. Jika Afkar saja mau bekerja keras memperbaiki diri dan agamanya dan lillahi ta’ala mau menikahi dirinya, kenapa ia masih berkeras menutup hatinya.

Afkar terkejut melihat Annisa berada dibelakangnya.

“Oh iya aku lupa, kamu belum shalat Isya juga ya ……maaf aku tinggal”

Annisa tersenyum

“Gak apa-apa… selesai shalat, aku mau ngomong ..tunggu ya.”

Afkar berfikir sejenak, apa yang mau dikatakan oleh istrinya itu. Setelah selesai shalat, Mereka berdua duduk diatas sajadah masing-masing.

“kamu mau ngomong apa sih ….”

“hmmm…. gini..anu, …”

Annisa menghentikan kata-katanya, bikin Afkar penasaran aja.

“Apa sih …”

“Gini… kamu mau ga bantuin aku beresin kamar …”

Afkar  garuk-garuk kepala ga ngerti.

“Bantuin aku, mindahin barang-barang aku ke kamar kamu ….”

Setelah ngomong begitu, Annisa langsung menunduk dan menutup wajah dengan malu.

Sontak saja Afkar terkejut mendengar kalimat Annisa.

“Serius Nis?? Alhamdulillah!!”

Annisa mengangguk dengan wajah merah, Ah Afkar mah, malah disangka becanda.

Seketika Afkar memeluk Annisa, walau akhirnya di lepas lagi sambil berkata maaf. Suami meluk istrinya kok malah minta maaf.

Malam itu adalah langkah awal penikahan mereka yang sesungguhnya.

Afkar yang telah bersabar menanti, dan Annisa yang tergerak hatinya karena ketulusan dan kesabaran Afkar. Allah telah mempersatukan dua manusia ini dalam takdir perjodohan. Menikah karena Allah semata, InsyaAllah keberkahan akan selalu mengiringi, Aamiin.


Itulah tadi tentang dongeng romantis islami sebelum tidur untuk roang tersayang. Dengan membaca cerita di atas semoga menjadi inspirasi dan dapat memotivasi bagi pembacanya. Anda juga bisa membagikan cerita ini kepada orang yang Anda sayang dan semoga hubungan kalian menjadi langgeng.

Mungkin itu dulu postingan kali ini tentang dongeng islami romantis sebelum tidur, mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam pengetikan. Jika Anda mempunyai saran, masukkan, pertanyaan, atau ingin request dongen lainnya, maka silahkan tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar