Di Internet, kau bisa menulis apa saja yang kau mau.

Siapa Sangka Jatuh Cinta? (Fiki dan Gina) Request

Rafsablog.id – Halo pembaca setia, di artikel kali ini kami akan berbagi Cerita Dongeng Sebelum Tidur romantis dan lucu. Cerita ini berawal dari seorang yang bernama Gina tengah terburu-buru untuk mengejar jam pertama di sekolah. Gina tidak ingin terlambat karena ada mata pelajaran yang ia sukai.

Namun, tiba-tiba tangan Gina ditarik oleh Fiki yang berniat tidak ingin mengikuti jam pertama dengan alasan keterlambatan. Pada akhirnya mereka pun terlambat dan akhirnya mendapatkan hukuman untuk mencabuti rumput di lapangan.

Cerita ini berlangsung hingga beberapa minggu dengan latar belakang di sekolah. Bagi Anda yang sedang mencari cerita dongeng sebelum tidur romantis lucu dan untuk hubungan jarak jauh atau LDR, Anda bisa membaca dongeng ini sampai selesai.

Cerita dongeng ini ada sekitar 1265 kata yang bisa Anda baca sebelum tidur. Oh iya, kami ingatkan lagi bahwa Anda bisa request dongeng di kolom komentar. Jika menarik, maka cepat atau lambat kami akan menerbitkan cerita pendek sesuai dengan permintaan pengunjung.

Sebelum melanjutkannya Mungkin Anda juga berminat dengan dongeng di bawah ini.

Cerita Dongeng Sebelum Tidur Fiki dan Gina (Request)

Baik, berikut adalah cerpen sesuai request Gina pengunjung setia Rafsablog dengan judul sesuai berikut.

Siapa Sangka Jatuh Cinta?

(Fiki dan Gina)

Waktu menunjukkan pukul 07.10 saat sepeda Gina mendarat dengan manis di parkiran sekolah. Gara-gara ban sepedanya gembos di jalan, gadis mungil itu terpaksa harus mencari tukang pompa ban. Akibatnya dia pun harus rela terlambat mengikuti upacara pagi ini.

“Damn… 5 menit lagi, aku mesti lari ke lapangan ini mah…” keluhnya sambil buru-buru mengunci rantai sepedanya. Upacara bendera dimulai pukul 07.15 dan Gina punya waktu kurang dari 5 menit untuk memposisikan diri dalam barisan kelas XI IPA 1.

Usai mengurus sepedanya, Gina buru-buru berlari kecil menuju lapangan, namun sialnya seseornag malah menarik tangannya.

“Ehhh… Siapa el—“,

Gina sudah hampir mengeluarkan jurus omelannya saat netranya menyadari siapa yang sudah jahil menarik tangannya.

“Kak Fiki…lepasin kak, aku lagi buru-buru banget!”,

dengan tatapan putus asa Gina berusaha melepaskan diri dari cekalan Fiki. Dia harus segera berlari ke lapangan jika tidak ingin dihukum. Dengan kondisi tangan dicekal Fiki seperti ini, sudah pasti akan butuh waktu lebih dari 5 menit mencapai lapangan sekolah.

“Ssssst! Berisik banget sih jadi cewek! Emang lo doang yang gak pengen telat.. berhubung udah jam segini, ya lo mesti temenin gue lah sekalian dihukum bareng”.. ujar cowok itu enteng.

“Tapi kalo kakak gak megangin tangan aku, aku ga akan telat kak!”

“Ya kalo lo gak telat gue gak ada temen dihukum dong dodol!”

Sekelumit obrolan random yang akhirnya membuat Gina berakhir dihukum mencabuti rumput lapangan dan Fiki yang jadi mandornya.

Hampir menangis Gina berusaha menyelesaikan hukumannya. Pagi ini ada quiz Matematika jam pertama, moment yang dia suka dan dia sudah belajar mati-matian semalam. Dan semuanya berantakan karena sepertinya dia gak akan bisa ikutan quiz di jam pertama.

Dari jauh Fiki memandangi punggung Gina yang membelakanginya mencabuti rumput. Cowok yang digilai siswi-siswi di SMA Bina Pusaka itu menerbitkan senyum smirk nya karena sudah sukses ngerjain juniornya selama beberapa minggu ini.

Yup! Sudah 5 minggu berjalan, ada saja ulah Fiki mengganggu Gina.

Fiki yang duduk di kelas XII IPA 2, memiliki banyak ide untuk ngerjain Gina yang entah mengapa mulai menarik perhatiannya sejak pertama melihat gadis mungil itu di halte bis sekolah beberapa minggu sebelumnya.

Saat itu Fiki yang tidak membawa motor kebanggaannya iseng nongkrong di halte bis sekolah bersama geng nya. Keisengan yang sering dilakukan geng nya setiap pulang sekolah, menyeleksi gadis-gadis manis begitu alasan mereka.

Saat itulah kali pertama Fiki bertemu Gina.

Selama tiga tahun bersekolah di SMA Bina Pusaka, tidak pernah ada gadis yang berhasil menarik perhatian Fiki walaupun puluhan bahkan ratusan hadiah dia dapatkan dari para fans nya. Tapi melihat Gina, Fiki seolah kena setrum.

Terlebih lagi ternyata gadis itu super galak.

“Anak XI IPA 1, bro..sekretaris II di OSIS ” begitu laporan anak buahnya. “Rumahnya di Cipete, emak bapaknya kerja, kakaknya 1 adiknya 1, keluarga harmonis lah bro intinya mah…” lanjut salah satu anggota geng nya.

Sejak itu, Fiki sering membuntuti Gina diam-diam. Mulai dari berangkat sekolah hingga pulang. Fiki akan membuntuti sepeda Gina dari jauh, memastikan gadis itu tiba dengan selamat.

Memang tidak butuh alasan khusus untuk menyukai seseorang.

Cerita Dongeng Sebelum Tidur Fiki dan Gina (Request)

Fiki tidak menemukan alasan dari kegilaannya itu. Tapi dia menyukainya. Sesuatu yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Dan disinilah dia, memandangi punggung Gina yang berkutat dengan rumput liar di hadapannya sambil bersungut-sungut. Menceracau tidak jelas yang Fiki yakin pasti isinya umpatan untuk dirinya.

“Ginaa, nih minum dulu!”, seseorang berjongkok di samping Gina dan menyodorkan sebotol teh dingin. Shit!

“Hehe makasih kak, tau aja Gina haus..”, Gina menerima minuman itu dan langsung meminumnya. Usai minum, matanya mendelik ke arah Fiki. Lalu kembali berbalik dan jongkok mencabuti rumput. Cowok yang dikenal Fiki sebagai ketua OSIS itu lalu melangkah pergi setelah melambaikan tangan kepada Fiki.

“Kalo cuma pengen minum teh dingin bilang aja, gue beliin sekalian sama chiller nya..ga usah terima minuman sembarangan..”, Fiki sedikit mengumpat.

“Sembarangan gimana? Itu kak Evan yang ngasih mana ada sembarangan…”

Sembur Gina yang sudah kesal sedari tadi gara-gara ulah Fiki.

“Ya kalo Evan ngasih sesuatu di minuman lo emang lo bakal tau gitu??”

“Enak aja! Kak Evan tuh gak kayak gitu! Dia gak kayak elo…”

Kali ini Gina sudah mulai emosi tingkat dewa, sudah gak ada lagi embel-embel kakak diberikannya pada Fiki.

“Kenapa emangnya gue?? Lo kayak kenal aja sama gue…”

“Yaelaaah satu sekolah juga kenal kali sama elo si tukang onar! Gue tuh heran ya bisa-bisanya elo masuk kelas IPA…”

“Ya kali gue punya otak dipake, gak kayak elo males mikir! Kalo udah diapa-apain aja sama cowok baru deh elo nangis!”

Alhasil kalimat demi kalimat panas lama-lama membuat pertengkaran mereka sampai ketelinga  guru. Fiki dan Gina pun berakhir di tengah lapangan, berdiri saling menjewer telinga satu sama lain.

“Arrrgh!! Kenapa sih hari ini gue sial banget!!” umpat Gina kesal sambil menghentakan kaki.

“Terima nasib aja napa…ini namanya elo berjodoh sama gue! Sama-sama sial sama-sama susah!”

Tanpa membalas ucapan Fiki, Gina menjewer kuping Fiki lebih keras.

“AAArr Ginaa! Emak lo kuntilanak ya!! lo gahar banget sih jadi cewek! Kuping gue bisa putus woooy!”

“Biarin!! Tau rasa!!”

Saat mereka tengah berdebat panjang, tiba-tiba sebuah bola melesat dan mengarah ke kepala Gina. Secara reflek Fiki lalu memeluk kepala gadis itu.

BUUUGGGGGHHHH!!!

Bola dengan kecepatan tinggi mendarat manis di kepala Fiki dan sukses membuat cowok tinggi besar itu merosot lalu terkapar tak berdaya di lapangan.

“Fiki! Kak Fiki… Astaga kesialan apalagi ini?!”

**

Bel panjang berbunyi, menandakan jam pelajaran terakhir telah usai, waktunya pulang.

Gina menuntun sepedanya lalu berdiri di ujung parkiran. Ia menunggu seseorang yang seharian ini membuat kepalanya pusing dan khawatir.

Dari jauh ia melihat Fiki dan teman-temannya berjalan ke arah parkiran. Fiki nampak sudah sehat setelah seharian dipaksa tiduran di klinik sekolah akibat benturan cukup keras di kepalanya.

Melihat Gina diujung parkiran, Fiki lalu berjalan menghampiri gadis itu.

Cerita Dongeng Sebelum Tidur Fiki dan Gina (Request)

Yup! Demi gadis mungil ini dia merelakan kepalanya jadi sasaran bola.

“Belum pulang lo? Nungguin siapa?”, Pertanyaan Fiki sontak membuat Gina jadi salting.

“Eum.. gue nungguin kak Fiki, mau bilang makasih..”

“Yaelah.. nyantai aja kali… berterima kasih tapi elo gak nongol jengukin gue di klinik..harusnya kan minimal lo anterin gue minum kek apa kek gitu..”, kelakar Fiki.

“Yaah sorry kak, seharian dikasih tugas banyak banget gara-gara paginya kena hukum.. boro-boro jengukin kakak, makan aja gak keburu…”

Gina menjawab sambil menghela nafas. Tanpa sadar perutnya mulai berbunyi keras.

“Astaga jadi elo belom makan jam segini Gin? Parah banget …”

Fiki segera merebut sepeda dari tangan Gina lalu membawanya kembali ke parkiran sekolah.

“Eh kak Fiki mau ngapain?? Itu sepeda Gina kak!!” Gina berlari kecil mengikuti Fiki yang sibuk merantai sepedanya.

“Elo pulang bareng gue! Entar gue anter sampe rumah, tapi kita makan dulu! Ga pake nolak dan gue gak suka di bantah!”

Tanpa menunggu jawaban Gina Fiki langsung menyambar helm temannya dan memasangkannya di kepala Gina lalu menarik tangan gadis itu dan memaksanya naik ke atas motor.

Sontak teman-teman Fiki langsung bersorak dan hal itu tentu saja jadi tontonan menarik siswa-siswi yang memang tengah berebut pulang di gerbang. Tak terhitung berapa hati yang patah melihat adegan itu.

“Kak Fiki, lo gila ya! besok Gina bakal di roasting sama fans nya kakak!”

“Udah jangan berisik! Daripada elo ngomel ga jelas, mendingan lo pegangan yang kenceng, gue ga suka bawa motor pelan-pelan!”.

Fiki menarik tangan Gina agar memeluk pinggangnya.

“Ini motor belom pernah gue pake boncengan sama cewek, dan gue harap cuma elo cewek yang bakal gue boncengin terus tiap hari..” ujar Fiki pelan.

“Apa kak??? Ga kedengeran…”

Fiki tersenyum kecil, “Ga denger juga ga apa-apa! Gak penting!” teriaknya sambil terus menaikan kecepatan.

“Kak Fikiiiiiii!!!”

Cinta itu tidak butuh alasan. Bagi Fiki, Gina maupun mahluk lainnya. Mencintai itu tidak perlu memakai logika atau rumus matematika. Banyak cara untuk menikmati masa muda di SMA, termasuk menjajal hati untuk belajar mencintai.


Itulah tadi tentang Cerita Dongeng Sebelum Tidur Fiki dan Gina (Request). Bagaimana menurut Anda, apakah cerita dongeng di atas lucu, nyebelin, romantis, menyedihkan?

Mungkin itu dulu artikel kali ini, apabila Anda mempunyai saran, masukkan, atau pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

3 pemikiran pada “Siapa Sangka Jatuh Cinta? (Fiki dan Gina) Request”

Tinggalkan komentar