Di Internet, kau bisa menulis apa saja yang kau mau.

Dongeng Tentang Indahnya Hubungan Rival dan Salsa (Request)

Halo kawan. Di artikel sebelumnya Rafsablog sudah membahas tentang dongeng buat pacar tentang Wiranda dan Arif, lalu di postingan kali ini saya akan berbagi dongeng sebelum tidur romantis tentang indahnya hubungan Rival dan Salsa.

Ini bukan kisah nyata, melainkan hanyalah sebuah dongeng fiktif request dari pembaca setia Rafsablog. Anda atau pembaca yang lain juga dapat request dongeng atau artikel lainnya yang nantinya akan dipilih dan apabila cocok, maka akan ditayangkan di situs Rafsablog.id.

Dongeng ini bisa Anda berikana kepada teman, sahabat, gebetan, atau pacar tersayang sebelum tidur karena ceritanya ada sedikit momen romantis dan lucu yang mungkin membuat pembacanya senyum-senyum sendirian.

Dongeng memenceritakan tentang kisah seorang yang bernama Salsa, ia baru saja pindah ke salah satu Universitas bergengsi di Jakarta. Kemudian ia mempunyai kenalan baru sekaligus teman spesial yang bernama Rival.

Mungkin Anda sudah tidak sabar lagi untuk membaca dongeng sebelum tidur ini. Jika iya, maka silahkan baca langsung di bawah ya.

Rekomendasi

Dongeng Sebelum Tidur Tentang Indahnya Hubungan Rival dan Salsa

Sebelum membaca ceritanya, Anda bisa menyiapkan kopi, teh, atau minuman lainnya untuk menemani Anda. Dengan tambahan cemilan juga tidak masalah.


Indahnya Hubungan Rival dan Salsa

Terkadang kita tak tahu, kapan cinta itu datang. Kepada siapa hati berlabuh. Semua adalah rahasia alam yang hanya Tuhan saja yang tahu.

“Salsa, ayo sarapan dulu nak …”

Pagi itu adalah hari pertama Salsa kuliah di kampusnya yang baru di Bandung. Keluarga mereka baru saja pindah mengikuti sang Ayah yang ditunjuk sebagai Kepala Cabang sebuah bank swasta di kota ini.

“Caca nebeng papa ke kampus ya Pa …”

Rengek Salsa manja. Sebagai anak tunggal, Salsa terbiasa mendapatkan segalanya. Untungnya kemanjaan itu ditunjukannya hanya kepada orangtuanya saja. Di luar, Salsa adalah gadis yang cerdas dan mandiri.

Kampus Salsa yang baru berada di pusat kota Jakarta. Sebuah Universitas Swasta yang cukup bergengsi. Setelah mencium tangan sang Papa, Salsa segera turun dari mobil. Setengah berlari Salsa menuju gedung yang tertera dalam lembaran kertas ditangannya. Disitu tertera jadwal kuliah yang harus dia ikuti dan Salsa sudah hampir terlambat.

Salsa sudah hampir menjangkau pintu ruangan kelas, ketika seseorang menarik tasnya sehingga langkahnya terhenti.

“Gue saranin lo mendingan ga usah masuk… udah telat 15 menit”

Dongeng Sebelum Tidur Tentang Indahnya Hubungan Rival dan Salsa

Seorang cowok menarik tasnya menjauh dari kelas.

“Ta tapi gw anak baru..”

“Pak Purba itu ga peduli lo anak baru apa anak lama …yang jelas lo telat 15 menit”

“Ya terus? gak apa-apa kali telat 15 menit..”

“Ngeyel lo ya.. khusus kuliahnya Pak Purba lo jangan coba-coba telat lebih dari 3 menit. Lo bakalan nyesel kalo lo nekat masuk ….sumpah!”

Dia mengacungkan dua jari tangan tanda serius. Salsa pun pasrah.

“Cari minum aja yuk, gw haus ..”

“Eh Nan…”

Lagi-lagi cowok itu main tarik tangan Salsa tanpa ngasih kesempatan untuk menolak.

Di pojok gedung itu ternyata ada sebuah café kecil yang lumayan asik buat nongkrong para mahasiswa. Suasana pagi itu masih sepi.

Cowok itu menarik sebuah kursi dan menyuruh Salsa duduk.

“Lo mau apa….”

“Gue pes….”

Belum selesai Salsa berkata, cowok itu sudah ngeloyor ke kasir. Salsa cuma melongo, ga konek sama kelakuan cowok yang satu itu.

Gak lama, dia datang dengan dua gelas es Moccachino dan sepiring waffle tiramisu.

“Padahal gue kan pengen pesen Cheese Tea..” bisik Salsa dalam hati.

“Gw Rival, nama lo siapa ?”, Cowok itu bertanya tanpa basa basi.

“Gue Salsa, gue baru pindah ke sini minggu lalu …”

“Owh, pantesan lo ga tau rules nya Pak Purba ..next time usahain jangan sampe telat kalo lo ga mau dibikin malu sama dia sampe jam kuliah selesai…”

“Nah trus lo kenapa ga kuliah sekarang, ga ada jam?”

“Gue sama kayak elo, telat hehehe…” dengan cuek cowok itu, eh Rival menjawab sambil nyengir.

Obrolan selanjutnya jadi lebih santai. Ternyata Rival asik juga dan gak seurakan penampilannya. Untuk menghabiskan waktu, Rival mengajak Salsa keliling kampus. Berikutnya Salsa ga akan telat karena sudah tau lokasi gedung dan ruangan kelasnya. Thanks to Rival.

Sejak hari itu, Salsa jadi sering bertemu dengan Rival dan lama-lama mereka pun menjadi semakin akrab. Bahkan Rival sering mengantar Salsa pulang. Karena kedekatan mereka, banyak yang menggosipkan mereka pacaran, dan hal itu membuat Salsa merasa kurang nyaman.

Akibatnya, setiap kali Rival berusaha mendekatinya, Salsa selalu membuat alasan.

Dongeng Sebelum Tidur Tentang Indahnya Hubungan Rival dan Salsa

Seperti hari itu. Rival mengajaknya makan seperti biasa di café dekat kampus, tempat mereka biasa nongkrong. Entah ini kali keberapa Salsa menolak ajakan Rival.

“Sorry Val, nyokap nyuruh gw buru-buru balik..”

“Ya udah gue anter yuk..”

“eeh, gue udah pesen taksi online…”

Dan Salsa pun buru-buru kabur.

Hal ini membuat Rival bertanya-tanya, dan lama-lama ia menjadi kesal. Siang itu sepulang kuliah, Rival langsung mencegat Salsa lalu menarik tangannya ke kantin.

“Bang, Es Kopi 2 ya!”

Rival langsung memesan minuman dan memaksa Salsa duduk.

“Val, gue mau pulang aja ah …..”, Rival ngotot memaksa Salsa duduk. “Lo kenapa sih, biasanya juga lo mau gue ajak minum es kopi disini ..”

“Ya tapi sekarang gue lagi gamau minum, Val ..”.

“LO gak mau minum, atau lo gak mau minum bareng gue?”

Kalimat Rival, membuat Salsa langsung diam dan gak enak hati.

“Gue pikir, lo tuh beneran ya Ca pengen jadi temen gue. Ternyata lo cemen, Cuma dengerin apa kata orang aja. Mereka ngomong gak enak sedikit lo langsung berubah…”

“Bukan gitu Val….”

“Lo ga usah ngelak deh Ca.. gw paham kok, siapa sih gue?. Asal lo tau ya, biar gue urakan kayak gini, tapi gue tulus kalo temenan …”.

Setelah itu Rival langsung ninggalin Salsa yang langsung merasa gak enak hati. Sepertinya dia menyesal udah memperlakukan Rival dengan gak adil seperti itu.

Sejak itu, Rival ikutan menjauhi Salsa. Kini malah Salsa yang merasa kehilangan. Emang ya, kita tuh gak akan bisa mengerti apa yang kita rasakan sesungguhnya sampai orang yang kita butuhin udah gak ada lagi buat kita.

Seperti itulah yang Salsa rasakan,  Setelah Rival menjauhinya, justru Salsa merasakan perasaan kehilangan yang sulit untuk diungkapkan.

Beberapa kali Salsa berpapasan dengan Rival di koridor kampus atau di kantin, tapi Rival benar-benar bersikap dingin seolah tidak pernah mengenal Salsa, dan tiba-tiba Salsa menjadi sangat sedih.

Sore itu dosen tidak masuk di jam kuliah terakhir. Salsa mengajak salah satu teman sekelasnya untuk belajar di perpustakaan saja. Setibanya di perpustakaan, Salsa melihat Rival juga ada disana, bersama seorang gadis yang lumayan cantik.

Mereka nampak akrab, Salsa melihat mereka bersama beberapa kali sebelumnya. Rival melihat ke arah Salsa, tapi bersikap seolah-olah mereka tidak saling kenal.  Merasa tidak nyaman, Salsa memutuskan batal belajar di perpustakaan.

“Rin… maaf ya, aku kayaknya pulang aja deh…”

“Lha kenapa Ca, tugas dari pak Bon kan harus selesai sekarang..”

“ Aku gak enak badan …. Nanti aku WA pak Bon deh …”

“ Iya sih, muka lo pucat banget … kayak abis liat setan hehehe…”

Salsa memang merasa sedikit pusing, ditambah lagi melihat Rival dan gadis itu membuat ia merasa sangat tidak enak.

“Gue cabut duluan ya Rin…”

“Iya, Ca hati-hati dijalan ya …”

Setiba di rumah, Salsa langsung tertidur pulas. Ia baru terbangun saat mendengar suara Mama memanggil sambil mengetuk pintu kamarnya.

“Sa …. Keluar gih ada tamu nih..”

Salsa melirik jam weker disamping tempat tidurnya, jam 7 malam. Astaga dia sudah tidur selama itu sampai melewatkan shalat Ashar dan Maghrib.

“I..iya Mam, Salsa turun sebentar lagi …”

Siapa yang bertamu mencarinya  jam segini, pikir Salsa. Setelah mencuci muka, Salsa bergegas turun ke ruang tamu. Ternyata disana sudah ada Rival. Papa sedang menemaninya ngobrol. Di meja tamu Salsa melihat papan catur baru selesai dimainkan.

“Rival?.. ngapain lo kerumah gue?”

“Hush, gak sopan… orang bertamu kok ditanya mau ngapain?”. Papa memarahi Salsa, lalu berdiri dan tersenyum pada Rival.

“Besok-besok ke sini lagi ya, oom jarang ketemu lawan yang seimbang kalo main catur nih …”. Papa menepuk bahu Rival lalu ngeloyor pergi.

“Gue denger lo sakit dari Rina..jadi gue kesini”. Kata Rival.

“Oowh…”, Salsa hanya mengangguk-angguk saja.

“Terus, gue bawain bubur ayam tuh… bubur Ayam Sukabumi lengkap pake sate ampela kesukaan lo..”

“Owh…”, Salsa lagi-lagi mengangguk, melirik ke arah bubur dan meraba perutnya yang kosong.

“Makan sana… nyokap lo bilang, lo pulang langsung tidur..pasti laper kan..”. Rival kayaknya bisa denger bunyi perut Salsa yang krucuk-krucuk.

Salsa masih berusaha cuek, menjaga gengsinya.

“Gue kesini, mau minta maaf sama lo …”. Hum? Tumben anak ini bisa minta maaf.

“Terakhir itu gue marah-marah sama elo..”. Salsa jadi gak enak hati, Rival aja mau minta maaf rasanya sombong sekali kalau ia masih bersikap dingin padahal sebenarnya dia merasa senang Rival menemuinya.

“Gu..Gue juga minta maaf. Gue gak bermaksud menghindar atau gak mau temenan sama lo lagi Val..”.

“Gue sih jujur Ca, gue emang ga mau temenan sama elo lagi ..”

Yah… Salsa mendadak sedih lagi. Jadi Rival kerumahnya benar-benar untuk memutuskan hubungan pertemanan mereka?, trus ngapain pake bawain bubur segala? Sok care gitu.

“Jadi lo kesini mau bilang kalo elo udah gak mau jadi temen gue lagi, gitu?”, Salsa mulai kesal. Ya dia kesal, karena dia mengira hubungannya dengan Rival akan membaik dan siapa tahu jadi ….

“Iya Ca.. gue cape jadi temen lo.”

Salsa makin kesal, ia langsung berdiri. “Ya udah, kalo lo cape jadi temen gue ngapain lo kesini? Sana, kerumah temen cewek lo yang sering wara-wiri bareng lo itu… gue mau tidur!”

Salsa menghentakan kakinya dengan kesal dan beranjak, tapi Rival langsung menarik tangan Salsa sehingga ia terpaksa duduk lagi.

“Tapi Ca… gue udah males jadi temen lo, kalo jadi pacar lo boleh ga??”.

Salsa udah siap-siap dengan jurus omelannya, tapi mendadak mulutnya melongo. Rival bilang apa?

“Apa lo bilang..?”

“iya Ca… maafin gue. Ternyata gue gak bisa tulus jadi temen lo. Gue malah jadi suka sama lo, lo mau jadi pacar gue ga?”

Rival berkata sambil tersenyum, Salsa tiba-tiba merasa kok Rival jadi ganteng banget ya? bikin meleleh.

Saling berpandangan beberapa saat, tiba-tiba Papa datang mengagetkan mereka sambil pura-pura batuk.

“ehem! Udah, terima aja Ca…trus makan tuh bubur, gak enak kalo dingin..”

“Paapaa… apaan sih?!”

Salsa mencubit pinggang papanya sampai Papa minta ampun.

“Iyaa iyaa ampuun, Papa cuma mau ambil inii rokok papa ketinggalan di meja…”.

Rival tertawa melihat tingkah lucu Salsa dan Papanya.

Ya, Salsa memang lucu.. itu sebab nya Rival mendadak jadi suka padanya.

Malam itu, sepertinya sakitnya Salsa sudah sembuh. Dia sudah makan bubur yang walaupun dingin tapi rasanya hangat karena makannya sambil senyum-senyum. Dia juga sudah mengantar Rival sampai di pagar sambil bergandengan tangan, dan kini mereka memang bukan teman lagi.

Tapi pacar.


Itulah tadi cerita dongeng kali ini tentang indahnya hubungan Rival dan Salsa request pembaca yang bisa diberikan untuk teman, sahabat, gebetan, atau pacar tersayang sebelum tidur atau saat di pagi hari. Semoga dengan adanya cerita di atas membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi lebih romantis.

Mungkin itu dulu postingan kali ini, jika Anda mempunyai saran, masukkan, atau ingin request dongeng yang romantis happy ending, horor, atau dongeng lainnya, silahkan tulis di kolom komentar ya teman-teman. Semoga bermanfat.

2 pemikiran pada “Dongeng Tentang Indahnya Hubungan Rival dan Salsa (Request)”

Tinggalkan komentar